Rule no 1: Yakin

Mimpi

Apa mimpi-mimpimu?

Gue lulusan sains (fisika), tapi gue suka seni rupa dari kecil, selama ini gue ga pernah fokus di seni, selama ini gue hanya nyolong-nyolong waktu untuk gambar disela-sela gue ngerjain tugas. Gue ga benci sains, gue ga benci fisika, gue hanya terlalu cinta dengan seni. Ada quote seperti ini “art is something that can makes you breathe with different kind of happiness” – Anni Albers. Benar, sungguh benar, gue merasakannya, gue ga melebih-lebihkan tapi gue memang merasakannya. Mimpi-mimpi gue, segala hal yang berkaitan dengan seni, ilustrator, lanjut S2 seni, ke Montmartre.

Tanyakan pada hatimu, apa mimpimu

Saat gue masih kuliah, gue memang ga berpikiran untuk lanjut S2 di bidang yang gue jalanin (fisika), tapi gue juga belum kepikiran untuk fokus di seni. Yang gue tau, gue mau kerja kantoran, kerja di depan layar komputer, transjakarta sebagai transportasinya, punya uang, belanja ini itu. Tapi mendekati masa-masa akhir gue di kampus perlahan keinginan itu berubah. Waktu itu keinginan kuat gue hanya satu, lulus, lulus dalam arti kata bebas, bebas untuk bisa menggambar sepuasnya. Gue sering upload foto hasil sketching di instagram dengan hastag #futuredailyroutine. Setelah sekarang gue scroll lagi foto-foto itu, gue sadar, ternyata hati gue tau apa mimpi gue.

Mimpimu tidak sama dengan mimpi orang lain

Anggapan orang lain adalah salah satu hal yang bisa membuat kita insecure kemudian meragukan diri sendiri dan akhirnya mengikuti apa yang orang katakan, apa yang orang kerjakan. Dan sedihnya orang lain itu adalah orang terdekat kita, orang tua kita. Ga salah memang mengikuti keinginan orang tua “nak, kamu nanti setelah kuliah ngelamar kerja disini ya”. Tapi salah ketika kamu punya mimpi tapi kamu gabisa meyakinkan orang tua kamu kalau kamu bisa. Mimpimu, mimpi gue, mimpi orang tua, mimpi orang lain, semuanya berbeda, kita punya jalan sendiri, kita punya cerita sendiri.

Yakinlah, kamu bisa

Gue belum sampai di titik yang gue inginkan, tapi gue tau, Tuhan selalu menunjukkan kalau jalan yang gue ambil tidak salah. Salah kalau dibilang gue sangat-sangat optimis, gue sebenarnya selalu bertanya-tanya pada diri gue sendiri “yakin Mar gamau ngelamar kerja aja?”, “yakin mau kayak gini?, ga gampang loh”. Sekali lagi, gue tau Tuhan selalu menunjukkan kalau jalan yang gue ambil tidak salah, ketika muncul pertanyaan-pertanyaan tersebut, selalu ada keyakinan yang muncul bahwa gue bisa, mungkin bukan dalam waktu setahun dua tahun, tapi suatu saat nanti gue pasti bisa mewujudkan mimpi gue satu persatu. Yakinlah, apa yang kamu mimpikan suatu saat pasti bisa terwujud, walaupun butuh waktu bertahun-tahun dan harus melewati beratus-ratus rintangan.

p.s. gue selalu baper kalo lagi bermimpi atau mengingat keinginan2 gue, bahkan sampai pada titik gue meneteskan air mata, termasuk saat nulis ini, gatau kenapa, mungkin karena rasa yakin ini terlalu kuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s